7/20/2016

Kisah Sepotong Roti dan Kudeta di Turki, Erdogan.

Ia lahir di wilayah Turki yang berdekatan dengan Laut Hitam tapi Erdogan dibesarkan di daerah Kasimpasa, Istanbul, sebuah lingkungan yang keras kehidupannya. Tempat para pencopet dan jagoan Istanbul banyak bermukim. Kasimpasa yang tak jauh dari Taksim Square ini telah membentuk dirinya menjadi sosok pemberani dan sangat peduli terhadap rakyat kecil.

Sahabat saya Cagan (berdiri di belakang Erdogan) pernah bercerita bagaimana Erdogan tiba-tiba menyuruh supir dan rombongan kepresidenan untuk berhenti di tepi jalan raya antara bandara militer dengan kota Ankara karena waktu berbuka puasa telah tiba. Beliau baru saja mendarat dari luar kota.

Kisah Sepotong Roti dan Kudeta, Erdogan.
Kisah Sepotong Roti dan Kudeta, Erdogan.

Tanpa diliput wartawan, Presiden Erdogan masuk ke rumah rakyatnya yang miskin untuk ikut berbuka bersama. Pastilah seisi rumah kaget karena kedatangan seorang Presiden, sementara hidangan mereka hanya sepanci kuah sop dan beberapa keping roti.

Untuk menyantapnya, sebelum dimakan, roti-roti itu dicelupkan lebih dahulu ke dalam panci sop yang terletak di atas meja berkaki rendah tak berkursi.

Presiden Erdogan dengan senang hati duduk di atas karpet lusuh. Beliau makan dengan cara yang sama dengan keluarga tuan rumah (suami-istri dan sepasang anak mereka yang masih remaja).

Erdogan lantas mengajak asisten pribadinya yang mendampingi masuk untuk ikut bergabung menikmati iftar bermenu sangat sederhana itu yang cara penyajiannya pun jauh di bawah standar istana. Si Aspri menjawab, “perutku sedang bermasaalah, nanti saja saya berbuka”. Erdogan mengangguk tanda mengiyakan.
Sesampai di istana, Erdogan memanggil si Aspri dan membentaknya, “kamu telah menghina keluarga tempat kita singgah tadi dengan cara tidak mau menyantap makanannya, kamu merasa jijik dan tak pantas!” Lalu Erdogan menambahkan, “karena kamu bilang perutmu berasa tak enak, maka kamu tidak boleh makan hingga sahur nanti. Sekarang cukup sebotol air mineral untuk berbuka”.

Tentu saja si Aspri tak kuasa membantah Erdogan, orang yang berani memaki PM Israel Benyamin Netanyahu di Sidang Umum PBB itu.
Kala berhadapan dengan oposisi di parlemennya yang membuat berita bahwa di istana kepresidenan yang baru dibangun di masa pemerintahan Erdogan, saking mewahnya, toilet duduknya pun bersepuh emas.

Erdogan menantang dalam bagian debat parlemen, sambil menunjuk anggota yang menyebar cerita itu, “aku undang saudara dan wartawan ke istana, bila toilet emas itu ada, maka aku akan mundur sebagai Presiden. Kalau tak ada, aku minta saudara yang mundur sebagai anggota parlemen”, tegas Erdogan.

Kunjungan pansus “toilet emas” itu tak pernah terjadi, sebab anggota parlemen pembuat fitnah tak berani bertaruh jabatan dengan Erdogan.

Mendengar banyak kisah dan sikap Erdogan sehari-hari, membuat saya tak heran dengan cara Presiden Turki ini memadamkan kudeta tentaranya 2 hari yang lalu dengan melakukan perlawanan rakyat. Dalam hitungan jam tentara yang memberontak memakai berpuluh tank itu dikalahkan rakyat Turki yang hanya menggunakan tubuh mereka sebagai senjata.

Meski Angkatan Udara Turki terbelah dan saling menerbangkan pesawat F-16 untuk bertempur – pro atau kontra kudeta -, Erdogan menjawab pemberontakkan tersebut dengan terbang seketika ke Istanbul dari kota pantai di laut Marmara, tempat ia sedang berlibur.

Kota Istanbul adalah kota terbesar di Turki berpenduduk sekitar 15 juta jiwa, artinya hampir seperempat penduduk Turki tinggal di kota yang terletak di dua benua ini. Sebagai Gubernur yang pernah sukses memimpin Istanbul, Erdogan tahu sekali bahwa seruannya melawan kudeta pasti akan dipatuhi rakyat yang selalu ia perhatikan itu.

Lelaki dari Kasimpasa ini yakin, cintanya kepada rakyat tak akan bertepuk sebelah tangan! [nn]

Oleh: Ali Djauhari

Sebuah blog yang menyajikan konten berita unik, kesehatan, kisah, news dari sumber terpercaya dan masih banyak lagi.

5 komentar

Mau titip link? boleh saja asal jangan menggunakan link aktif karena secara otomatis akan masuk folder spam, dan berkomentarlah yang sesuai dengan tema artikel, terimakasih.
EmoticonEmoticon